Untuk Mencegah Terjadinya Kehilangan ponsel pada HP android anda silahkan instal Aplikasi Mobiucare
silahkan googling,(cari yang pro ada di pasar malam) klebihan aplikasi ini sangat banyak salah satunya jika hp android anda hilang anda bisa melacaknya dengan mudah.
Berikut ini Fitu yang bisa anda peroleh :
Features
Locate device (GPS, wireless network)
Take a picture from your lost phone(Front or backfacing camera)
Wipe device (reset to factory defaults)
Remote lock phone with message
Reset password
Record audio and send email
Wipe SD card
Send notification lock device on SIM card change
Make loud siren
Toggle GPS
Toggle WIFI/Bluetooth
Send messages
Memeory/Process monitoring
Backup call log
Backup SMS
Control using SMS
kumpulan tausiyah koleksi tausiyah internet dan teknologi
pemandangan
Jumat, 18 November 2011
Rabu, 26 Oktober 2011
Cara Instal Ulang Komputer Super Cepat hanya 10 MENIT!!!!
Berikut ini ane share cara instal ulang komputer atau instal ulang windows super cepat, hanya memakan waktu paling lama 10 Menit, Ini langkah langkahnya :
A. Siapkan alat dan bahan-bahan
1. CD/DVD Kosong
2. Bootable Windows XP, Vista, atau Seven (Beli Aja Cuma 10 Ribu)
3. Hiren Boot CD 14.1 (Silahkan Download)
4. Flashdisk 8GB
B. Langkah - Langkahnya
1. Instal Windows yang anda sukai Beserta Program-Program Standarnya
(Office, Anti Virus, Video Player, Audio Player, Image Viewer, Dll)
2. Burn Hiren Boot CD 14.1 Ke CD/DVD
3. Booting komputer dengan memakai CD/DVD Hiren yang telah di buat, gunakan MINI XP
4. Buka Program Hiren Boot CD 14.1
5. Pilih Partition Wizard Home Edition
6. Ubah Ukuran Partisi Hardisk Menjadi 5GB (agar Mudah Di simpan nantinya)
7. Setelah Selesai Buka Kembali Program Hiren Boot CD Pilih Backup Kemudian Pilih Ghost (Sebelum Di bakar masukkan File ini Di Hiren boot cd Ghost32.uha karena ghost merupakan external program, silahkan browsing caranya)
8. Pada tampilan ghost Simpan partisi Hardisk anda ke dalam bentuk Ghost image file dalam format GHO,dan di Compress, caranya Click Local >PIlih Partition> Pilih To Image
9. Contoh Image File Ghost
10. Copy Image File Ghost Ke FlashDisk anda, File Siap DI Distribusikan Ke Computer yang Perlu di Instal Ulang, Simpan File ini,( JANGAN SAMPAI HILANG)
11. Untuk Install Ulang anda hanya perlu Format Drive C pada computer Melalui Windows Explorer yang ada di Hiren BOOT CD, Jangan LUPA BACKUP DRIVER Menggunakan Smart Backup driver yang telah di seidakan oleh HIren Boot CD
12. Anda hanya perlu Merestore Image Ghost Yang telah anda buat untuk menginstal ulang, Biasanya hanya memerlukan waktu 5 Menit, Caranya :
a. Buka kembali Program Ghost yang ada di Hiren Boot CD
b. Pilih Local ==> Partition ==>From Image
c. Click Image Ghost dan tunggu sampai selesai
d. Computer anda selesai di install, hanya perlu menginstall Driver-driver yang belum terinstall melaui Back up driver yang anda lakukan tadi, SELAMAT MENCOBA !!!!!!!!!!!!
AKAN LEBIH MUDAH LAGI JIKA FLASH DISK ANDA ANDA JADIKAN BOOTABLE HIREN YANG TELAH ADA GHOST WINDOWSNYA, ANDA HANYA PERLU MENGGUNKAN 1 FLASHDISK UNTUK INSTALL ULANG KOMPUTER
SEMOGA MEMBANTU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
A. Siapkan alat dan bahan-bahan
1. CD/DVD Kosong
2. Bootable Windows XP, Vista, atau Seven (Beli Aja Cuma 10 Ribu)
3. Hiren Boot CD 14.1 (Silahkan Download)
4. Flashdisk 8GB
B. Langkah - Langkahnya
1. Instal Windows yang anda sukai Beserta Program-Program Standarnya
(Office, Anti Virus, Video Player, Audio Player, Image Viewer, Dll)
2. Burn Hiren Boot CD 14.1 Ke CD/DVD
3. Booting komputer dengan memakai CD/DVD Hiren yang telah di buat, gunakan MINI XP
4. Buka Program Hiren Boot CD 14.1
5. Pilih Partition Wizard Home Edition
6. Ubah Ukuran Partisi Hardisk Menjadi 5GB (agar Mudah Di simpan nantinya)
7. Setelah Selesai Buka Kembali Program Hiren Boot CD Pilih Backup Kemudian Pilih Ghost (Sebelum Di bakar masukkan File ini Di Hiren boot cd Ghost32.uha karena ghost merupakan external program, silahkan browsing caranya)
8. Pada tampilan ghost Simpan partisi Hardisk anda ke dalam bentuk Ghost image file dalam format GHO,dan di Compress, caranya Click Local >PIlih Partition> Pilih To Image
9. Contoh Image File Ghost
10. Copy Image File Ghost Ke FlashDisk anda, File Siap DI Distribusikan Ke Computer yang Perlu di Instal Ulang, Simpan File ini,( JANGAN SAMPAI HILANG)
11. Untuk Install Ulang anda hanya perlu Format Drive C pada computer Melalui Windows Explorer yang ada di Hiren BOOT CD, Jangan LUPA BACKUP DRIVER Menggunakan Smart Backup driver yang telah di seidakan oleh HIren Boot CD
12. Anda hanya perlu Merestore Image Ghost Yang telah anda buat untuk menginstal ulang, Biasanya hanya memerlukan waktu 5 Menit, Caranya :
a. Buka kembali Program Ghost yang ada di Hiren Boot CD
b. Pilih Local ==> Partition ==>From Image
c. Click Image Ghost dan tunggu sampai selesai
d. Computer anda selesai di install, hanya perlu menginstall Driver-driver yang belum terinstall melaui Back up driver yang anda lakukan tadi, SELAMAT MENCOBA !!!!!!!!!!!!
AKAN LEBIH MUDAH LAGI JIKA FLASH DISK ANDA ANDA JADIKAN BOOTABLE HIREN YANG TELAH ADA GHOST WINDOWSNYA, ANDA HANYA PERLU MENGGUNKAN 1 FLASHDISK UNTUK INSTALL ULANG KOMPUTER
SEMOGA MEMBANTU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kamis, 28 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
Meredam Duka Saat Menghadapi Musibah
Musibah merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Silih berganti datang, bagaikan sapuan kuas warna-warni yang mengisi lukisan kehidupan. Begitulah adanya musibah, dan begitulah sunnatullah yang berlaku, sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya: ”Sungguh, Kami pasti akan mengujimu dengan sebagian dari rasa takut, lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan..”(Al-Baqarah:155). Namun, bukanlah sikap yang bijak jika kita menyikapi setiap musibah yang datang dengan cara-cara jahiliyah, menangis meraung-raung, memaki diri dan orang lain, atau bahkan sumpah serapah yang tak sopan dan tak perlu. Sebab, semua itu tidak akan mengurangi kadar musibah, dan justru menambah berat beban perasaan kita sendiri. Apalagi jika disertai ‘tuduhan’ dan persangkaan buruk terhadap kehendak Allah. Musibah juga kerap kali membuat seseorang begitu frustrasi, seakan dunia sudah berakhir, dan tak jarang berakhir dengan usaha bunuh diri, wal iyadzu billah. Stres dan depresi yang melanda, jika tak diiringi benteng iman yang kokoh, memang bisa melahirkan atraksi bunuh diri. Beberapa artis barat, yang notabene berlimpah materi, berakhir mengenaskan seperti ini. Sebagai seorang muslim, yang merupakan taman tarbiyah bagi generasi penerus, sikap seperti itu tentunya perlu dibuang jauh-jauh dari kamus kehidupan. Maka, sabar menjadi perisai yang ampuh ketika menghadapi musibah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ”…Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita kembali). Mereka itulah yang rnmendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Al-Baqarah: 155-157) Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, seorang ulama yang karya-karyanya banyak berbicara masalah hati, membahas lebih jauh terapi penghilang duka lara dalam buku beliau. Buku rnyang oleh penerbit dan penerjemahnya diberi judul ‘Meredam Duka Saat Menghadapi Musibah‘ ini banyak memberikan kiat dan terapi agar kita terhibur dan tidak larut dalam kesedihan yang panjang. Hal pertama yang patut kita sadari, sebagai terapi yang paling mujarab, adalah bahwa kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah, sebagaimana yang ditunjukkan dalam ayat di atas. Keyakinan tersebut mempunyai dua prinsip agung, yang jika seorang hamba benar-benar memahami kedua prinsip tersebut, maka ia akan terhibur dari musibah yang menimpanya. Ibnul Qoyyim menjabarkan dua prinsip tersebut sebagai berikut, Pertama, bahwa seorang hamba beserta keluarga dan hartanya benar-benar merupakan milik Allah subhanahu wa ta’ala. Milik Allah itu telah diserahkan kepada hamba sebagai pinjaman, maka jika Allah mengambil kembali pinjaman itu darinya, kedudukannya seperti pemberi pinjaman yang mengambil barang yang dipinjam. Keluarga dan hartanya itu selalu berada di antara dua ketiadaan, yaitu ketiadaan sebelumnya dan ketiadaan sesudahnya. Kepemilikan hamba terhadapnya hanyalah kesenangan yang dipinjamkan dalam jangka waktu sementara. Hamba bukanlah yang mengadakannya dari ketiadaan, sehingga tidak bisa menjadi pemiliknya secara hakiki. Hamba juga tidak bisa menjaganya dari berbagai bencana setelah ia ada. Juga tidak bisa mengekalkan keberadaannya. Jadi, seorang hamba sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadapnya, tidak memiliki secara hakiki. Bahkan, ia hanya dapat menggunakannya dalam batas wewenang seperti seorang budak yang diperintah dan dilarang, bukan sesuka hatinya seperti wewenang seorang pemilik. Karena itu, seorang hamba tidak boleh melakukan tindakan terhadapnya kecuali sesuai dengan perintah Pemilik yang hakiki. Kedua, tempat kembali seorang hamba adalah Allah, tuannya yang sejati. Ia pasti meninggalkan dunia di belakangnya dan menghadap kepada Rabbnya seorang diri, sebagaimana ketika pertama kali ia diciptakan-Nya, tanpa ditemani oleh keluarga, harta, atau kerabat, melainkan hanya ditemani oleh amal kebajikan dan amal kejahatan. Bila demikian asal muasal seorang hamba, apa yang ditinggalkannya dan akhir hidupnya, bagaimana ia bisa bergembira dengan sesuatu yang ada atau berduka atas sesuatu yang tiada? Jadi, berpikir tentang asal muasal dan akhir kehidupan, merupakan terapi paling mujarab terhadap penyakit ini. Pemahaman lain yang perlu kita yakini adalah bahwa apa pun yang ditakdirkan menimpa kita, tidak mungkin untuk dihindari, sebaliknya apa pun yang tidak ditakdirkan terluput dari kita, tidak mungkin menimpa kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ”Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23) summber tausiyahonline |
Sabar Dan Sholat Sebagai Penolong
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46) Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun ayat ini bersifat khusus ditujukan kepada Bani Israel karena konteks ayat sebelum dan sesudahnya ditujukan kepada mereka, namun secara esensi bersifat umum ditujukan untuk mereka dan selain mereka. Bahkan setiap ayat Al-Qur’an, langsung atau tidak langsung sesungguhnya lebih diarahkan kepada orang-orang yang beriman, karena hanya mereka yang mau dan siap menerima pelajaran dan petunjuk apapun dari Kitabullah. Maka peristiwa yang diceritakan Allah Taala tentang Bani Israel, terkandung di dalamnya perintah agar orang-orang yang beriman mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami mereka. Begitulah kaidah dalam setiap ayat Al-Qur’an sehingga kita bisa mengambil bagian dari setiap ayat Allah swt. “Al-Ibratu Bi’umumil Lafzhi La Bikhusus sabab” (Yang harus dijadikan dasar pedoman dalam memahami Al-Qur’an adalah umumnya lafazh, bukan khususnya sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya”. Perintah dalam ayat di atas sekaligus merupakan solusi agar umat secara kolektif bisa mengatasi dengan baik segala kesulitan dan problematika yang datang silih berganti. Sehingga melalui ayat ini, Allah memerintahkan agar kita memohon pertolongan kepada-Nya dengan senantiasa mengedepankan sikap sabar dan menjaga shalat dengan istiqamah. Kedua hal ini merupakan sarana meminta tolong yang terbaik ketika menghadapi berbagai kesulitan. Rasulullah saw selaku uswah hasanah, telah memberi contoh yang konkrit dalam mengamalkan ayat ini. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa, “Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat“. Huzaifah bin Yaman menuturkan, “Pada malam berlangsungnya perang Ahzab, saya menemui Rasulullah saw, sementara beliau sedang shalat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat“. Bahkan Ali bin Abi Thalib menuturkan keadaan Rasulullah saw pada perang Badar, “Pada malam berlangsungnya perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah, beliau shalat dan berdo’a sampai pagi“. Dalam riwayat Ibnu Jarir dijelaskan bagaimana pemahaman sekaligus pengamalan sahabat Rasulullah saw terhadap ayat ini. Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Abbas melakukan perjalanan, kemudian sampailah berita tentang kematian saudaranya Qatsum, ia langsung menghentikan kendaraanya dan segera mengerjakan shalat dua raka’at dengan melamakan duduk. Kemudian ia bangkit dan menuju kendaraannya sambil membaca, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’“. Secara khusus untuk orang-orang yang beriman, perintah menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong ditempatkan dalam rangkaian perintah dzikir dan syukur. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar“. (Al-Baqarah: 152-153). Dalam kaitan dengan dzikir, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong adalah dzikir. Siapa yang berdzikir atau mengingat Allah dengan sabar, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat. Masih dalam konteks orang yang beriman, sikap sabar yang harus selalu diwujudkan adalah dalam rangka menjalankan perintah-perintah Allah Taala, karena beban berat yang ditanggungnya akan terasa ringan jika diiringi dengan sabar dan shalat. Ibnul Qayyim mengkategorikan sabar dalam rangka menjalankan perintah Allah Taala termasuk sabar yang paling tinggi nilainya dibandingkan dengan sabar dalam menghadapi musibah dan persoalan hidup. Syekh Sa’id Hawa menjelaskan dalam tafsirnya, Asas fit Tafasir kenapa sabar dan shalat sangat tepat untuk dijadikan sarana meminta pertolongan kepada Allah Taala. Beliau mengungkapkan bahwa sabar dapat mendatangkan berbagai kebaikan, sedangkan shalat dapat mencegah dari berbagai perilaku keji dan munkar, disamping juga shalat dapat memberi ketenangan dan kedamaian hati. Keduanya (sabar dan shalat) digandengkan dalam kedua ayat tersebut dan tidak dipisahkan, karena sabar tidak sempurna tanpa shalat, demikian juga shalat tidak sempurna tanpa diiringi dengan kesabaran. Mengerjakan shalat dengan sempurna menuntut kesabaran dan kesabaran dapat terlihat dalam shalat seseorang. Lebih rinci, syekh Sa’id Hawa menjelaskan sarana lain yang terkait dengan sabar dan shalat yang bisa dijadikan penolong. Puasa termasuk ke dalam perintah meminta tolong dengan kesabaran karena puasa adalah separuh dari kesabaran. Sedangkan membaca Al-Fatihah dan doa termasuk ke dalam perintah untuk meminta tolong dengan shalat karena Al-Fatihah itu merupakan bagian dari shalat, begitu juga dengan do’a. Memohon pertolongan hanya kepada Allah merupakan ikrar yang selalu kita lafadzkan dalam setiap shalat kita, “Hanya kepada-Mu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan“. Agar permohonan kita diterima oleh Allah, tentu harus mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya. Salah satu dari petunjuk-Nya dalam memohon pertolongan adalah dengan sentiasa bersikap sabar dan memperkuat hubungan yang baik dengan-Nya dengan menjaga shalat yang berkualitas. Disinilah shalat merupakan cerminan dari penghambaan kita yang tulus kepada Allah. Esensi sabar menurut Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dapat dilihat dari dua hal: Pertama, sabar karena Allah atas apa yang disenangi-Nya, meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga. Kedua, sabar karena Allah atas apa yang dibenci-Nya, walaupun hal itu bertentangan keinginan hawa nafsu. Siapa yang bersikap seperti ini, maka ia termasuk orang yang sabar yang Insya Allah akan mendapat tempat terhormat. Betapa kita sangat membutuhkan limpahan pertolongan Allah dalam setiap aktivitas dan persoalan kehidupan kita. Adalah sangat tepat jika secara bersama-sama kita bisa mengamalkan petunjuk Allah dalam ayat di atas agar permohonan kita untuk mendapatkan pertolongan-Nya segera terealisir. Amin | ||||||||||
Langganan:
Komentar (Atom)






